Burung Merak

Burung merak salah satu burung yang sangat eksotis jika dibandingkan dengan ribuan burung lainnya yang hidup di beberapa hutan belantara Indonesia. Penampilan burung merak sungguh anggun dengan gerak-geriknya yang kalem dan dalam waktu-waktu tertentu ia menebarkan pesonanya dengan mengembangkan sayap dan ekornya yang indah sehingga sering membuat manusia terpukau kala melihatnya. Prilaku burung merak seringkali dianggap sebagai jelmaan seorang pemimpin yang bijak dengan pembawaannya yang kharismatik. Namun tidak demikian bagi kalangan etnis Tionghoa yang bergerak di bidang bisnis menganggap bahwa gambaran burung merak yang kalem dan hanya sekali-kali mengembangkan sayap merupakan gambaran yang asimetris jika dijadikan landasan dalam berbisnis yang menuntut adanya pengembangan sayap (baca:bisnis) yang lama tidak sebagaimana pengembangan sayap merak yang hanya sekejap.

Pada masa lalu burung merak merupakan burung yang sangat sakral khususnya bagi penganut Hindu karena burung merak dipercaya sebagai wahana atau kendaraan dari dewa perang yaitu Skanda atau Karteya yang merupakan putera dari Dewa Siwa dan Parwati. Bahkan jauh seblum era Hindu burung merak telah menjadi burung yang sangat sakral bagi nenek moyang bangsa Indonesia karena dalam beberapa peninggalan zaman perunggu burung merak telah dipahatkan dalam nekara-nekara yang tersebar di hampir semua kebudayaan Nusantara waktu itu. Walaupun pada era berikutnya motif-motif merak dengan mudah dapat ditemui dalam berbagai ragam motif seperti kain batik Jawa maupun batik Bali dan pada hiasan dinding rumah-rumah Jawa.